11 Efek Sembelit pada Anak yang Harus Diwaspadai
Sembelit pada anak bisa sebabkan kembung, BAB berdarah, dan gangguan tidur. Ketahui cara mengatasinya!
Ditulis oleh :
Tim Penulis

Efek sembelit tidak hanya membuat anak tidak nyaman, tapi juga bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Apa saja masalah kesehatan yang bisa dipicu oleh sembelit? Simak penjelasannya di bawah ini!
Efek Sembelit pada Anak
Meski tampak sepele, sembelit pada si Kecil tak hanya membuatnya tidak nyaman, tapi juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Berikut beberapa di antaranya:
1. Sakit Perut dan Kembung
Sakit perut dan kembung sering dianggap sepele, karena dianggap akan sembuh dengan sendirinya. Meski benar begitu, kondisi ini tidak boleh dibiarkan, Bu.
Perut kembung tak hanya membuat si Kecil merasa tak nyaman, tapi juga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Salah satu penyebab kembung adalah sembelit.
Feses yang sulit keluar lama-kelamaan akan menumpuk di dalam usus, membuat perut terasa begah, sakit, dan bergemuruh di perut bagian bawah.
2. BAB Berdarah
BAB berdarah merupakan efek sembelit yang paling umum. Kotoran yang keras dapat merobek kulit di dalam anus, sehingga menyebabkan perdarahan saat mengejan.
Ketika anak mengalami BAB berdarah, Ibu mungkin melihat ada darah merah cerah di kotorannya atau gumpalan darah dan lendir yang bercampur di dalamnya.
Darah yang berwarna gelap hampir kehitaman dapat mengindikasikan masalah yang lebih serius, yakni gangguan di usus atau lambung.
Bila Ibu ingin tahu apakah pup anak normal atau tidak, coba cek menggunakan AI Poop Tracker dari Bebeclub. Hasil analisisnya akan Ibu dapatkan dalam 60 detik saja. Gratis!
3. Gangguan Tidur
Masalah tidur dapat terjadi karena gangguan pencernaan, seperti irritable bowel syndrome (IBS), dispepsia, dan sembelit.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gejala sembelit parah mengalami gangguan tidur dan kualitas hidup yang menurun.
Tidur yang berkualitas sangat penting bagi pertumbuhan si Kecil, oleh sebab itu, sembelit pada anak harus diobati agar mereka bisa kembali tidur dengan lelap.
4. Mengganggu Aktivitas
Efek sembelit pada anak selanjutnya adalah kurangnya energi dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Sakit perut atau kembung yang si Kecil rasakan akibat sembelit juga akan membuat mereka tidak nyaman, mudah lelah, dan tidak bersemangat untuk bermain atau beraktivitas normal.
Baca Juga: 9 Obat Sakit Perut Melilit pada Anak yang Alami
5. Rasa Cemas dan Stres
Ketika anak mengalami sembelit, mereka akan merasakan ketidaknyamanan dan rasa sakit yang tidak biasa.
Akibatnya, anak jadi cemas dan stres, terutama jika mereka tidak memahami apa yang terjadi pada tubuhnya.
Stres juga dapat mengganggu usus dan membuat otot tegang. Hal ini akan memperburuk sembelit dan sakit perut yang dialami oleh anak.
6. Rewel Terus-terusan
Sembelit pada anak dapat memiliki efek yang signifikan pada perilaku mereka. Sembelit membuat anak mengalami rasa tidak nyaman, perut melilit, dan mungkin kebingungan.
Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi rewel, mudah marah, merasa sengsara, dan sulit untuk ditenangkan.
7. Penurunan Nafsu Makan
Dampak sembelit pada anak berikutnya adalah penurunan nafsu makan. Anak yang mengalami sembelit biasanya mengalami sakit perut dan kembung, sehingga ia kehilangan nafsu makan.
Efek sembelit ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
8. Ambeien
Ambeien atau wasir juga bisa dialami oleh si Kecil yang sedang sembelit. Meski umumnya tidak berbahaya, tetapi kondisi ini dapat membuat si Kecil merasa tidak nyaman.
Gejala ambeien antara lain perdarahan saat BAB, keluar lendir dari dubur sewaktu atau setelah BAB, benjolan yang tampak keluar dari anus, dan rasa gatal atau nyeri di anus yang mengganggu si Kecil.
9. Fisura Anus
Fisura anus adalah robekan pada lapisan anus dan merupakan efek sembelit yang serius. Seperti wasir, penyakit ini sering terjadi setelah mengejan saat buang air besar yang keras.
Fisura anus dan wasir dapat menyebabkan nyeri dubur dan perdarahan, tapi fisura anus lebih menyakitkan dibanding wasir.
10. Impaksi Tinja
Impaksi tinja terjadi saat tinja menempel di usus akibat sembelit. Tinja yang mengeras dapat tersangkut dan menyebabkan penyumbatan.
Akibatnya usus besar tidak mampu mengeluarkan tinja karena ukurannya terlalu besar dan keras. Impaksi tinja bisa menimbulkan nyeri, muntah, dan komplikasi serius lainnya, seperti:
- Pembengkakan di anus.
- Hilangnya sensasi di dalam dan sekitar anus.
- Inkontinensia usus.
- Pendarahan dari anus.
- Prolaps rektal (bagian dari usus bawah keluar dan menonjol dari anus).
11. Inkontinensia Usus
Inkontinensia usus adalah ketidakmampuan mengendalikan pergerakan usus, sehingga menyebabkan pup keluar tidak terkontrol.
Anak bisa merasakan keinginan BAB yang tiba-tiba, sedangkan sebagian anak lain tidak memiliki rasa ingin BAB, tapi langsung pup di celana.
Inkontinensia usus juga kadang membuat anak mengeluarkan pup tanpa disadari saat sedang buang angin.
Baca Juga: Anak Susah BAB: Penyebab, Ciri dan Cara Mengatasinya
Cara Mengatasi Sembelit pada Anak
Penanganan sembelit yang cepat dan tepat dapat menghindari si Kecil dari gangguan kesehatan di atas, Bu. Berikut yang perlu Ibu lakukan agar sembelit anak bisa teratasi:
1. Cukupi Kebutuhan Serat
Ibu bisa memberikan makanan tinggi serat seperti sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan untuk mengatasi sembelit pada anak.
Lengkapi dengan minum susu tinggi serat pelancar BAB yang mengandung kombinasi 4 jenis serat (FOS, GOS, Inulin, dan pati jagung), serta 13 vitamin dan 7 mineral (vitamin A,C,D,K, zinc).
Dikombinasikan dengan nutrisi dari makanan sehari-harinya, 3 gelas susu tinggi serat sehari dapat membantu memenuhi asupan serat harian si Kecil, Bu.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Asupan serat harus diimbangi dengan banyak minum air putih, ya, Bu. Air putih akan membantu kerja serat dalam melunakkan feses, sehingga lebih mudah dikeluarkan oleh si Kecil.
3. Lakukan Aktivitas Fisik
Cara mengatasi sembelit berikutnya adalah memastikan anak aktif secara fisik. Aktivitas fisik seperti berolahraga dapat membantu mendorong pergerakan usus sehingga pencernaan si Kecil akan lebih lancar.
4. Buat Jadwal Pup
Biasakan anak Ibu untuk duduk di pispot atau toilet setelah makan atau sebelum tidur. Lalu pujilah mereka, baik saat mereka buang air besar maupun tidak.
Kebiasaan ini sangat penting terutama untuk anak laki-laki karena bisa jadi mereka lupa cara pup yang benar karena terbiasa pipis berdiri.
Jika perlu, sediakan bangku kecil agar anak nyaman duduk di toilet dan mempunyai tenaga yang cukup untuk mengeluarkan pup.
Baca Juga: 12 Makanan untuk Mengatasi Perut Kembung Anak
Efek sembelit pada anak akan sangat mengganggu aktivitas, perilaku, dan kesehatannya secara jangka panjang.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk tahu cara mengatasi sembelit agar anak dapat mendapatkan penanganan yang tepat dan kembali menjadi anak yang sehat dan bahagia.
Yuk, temukan berbagai informasi mengenai kesehatan anak yang telah diverifikasi oleh ahli dan berbagai fitur tumbuh kembang anak dengan bergabung menjadi member di Bebeclub!